twitter

You are here Home Prioritas P4B
11 Prioritas P4B

11 Prioritas P4B (620)

Children categories

Tata Kelola Pemerintah

Tata Kelola Pemerintah (29)

Mendorong dan memastikan capacity building aparat Pemda dan good governance dapat dijalankan disemua tingkatan pemerintahan daerah.

View items...
Politik

Politik (23)

Mendorong dan memastikan Peraturan Pemerintah (PP), Perdasus dan Perdasi sebagai jabaran dan instrumen UU No. 21 tahun 2001 dapat diwujudkan dan seluruh kehendak yang telah ditetapkan UU Nomor 21 tahun 2001 diimplementasikan oleh seluruh stake holder, komunikasi konstruktif dengan semua elemen masyarakat dan dialog tentang Papua dapat dilaksanakan.

View items...
Affirmative Action

Affirmative Action (189)

Mendorong dan memastikan pembentukan regulasi daerah yang memihak serta pendidikan dan pelatihan kepada OAP yang menunjang affirmative action diseluruh sektor pemerintahan dan swasta dapat dijalankan.

View items...
Hukum dan HAM

Hukum dan HAM (9)

Mendorong dan memastikan penegakan hukum dan penghormatan terhadap HAM dapat dilaksanakan, politisasi kasus-kasus kriminal tidak terjadi dan kasus-kasus korupsi dapat didorong untuk ditangani menurut ketentuan perundangan penanggulangan korupsi secara benar.

View items...
Infrastruktur Dasar

Infrastruktur Dasar (138)

Membuka keterisolasian wilayah pegunungan tengah dan seluruh daerah terisolir, mendorong dan memastikan bahwa program pembangunan infra struktur dasar dapat dilaksanakan dan dituntaskan.

View items...
Kesehatan

Kesehatan (26)

Mendorong dan memastikan program Pos Kesehatan Pembantu di tiap Kampung, Puskesmas Distrik, dan Rumah Sakit rujukan di Kabupaten dan Provinsi dapat diwujudkan serta dapat berfungsi menjadi sentra pelayanan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Papua.

View items...
Pendidikan

Pendidikan (57)

Mendorong dan memastikan program pendidikan usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar 9 tahun ditiap kampung, pendidikan menengah kejuruan/ umum di distrik, program sekolah unggulan di Jayapura, Manokwari, Merauke dan Sorong dapat diwujudkan serta menjadikan Uncen dan Unipa menjadi center of excelence di Papua.

View items...
Ekonomi

Ekonomi (75)

Mendorong dan memastikan program peningkatan kapasitas ekonomi usaha kecil mama-mama, penyediaan pasar tradisional di seluruh Kabupaten/ Kota, pemihakan kepada pengusaha OAP dapat berjalan.

View items...
Pengawasan Lingkungan

Pengawasan Lingkungan (10)

Mendorong dan menjamin bahwa semua penambangan yang dilaksanakan di seluruh Papua dilaksanakan sesuai dengan seluruh peraturan perundangan yang berlaku.

View items...
Sosial Budaya

Sosial Budaya (62)

Mendorong dan memastikan implementasi hak ulayat dan hukum adat dalam kehidupan bermasyarakat di Papua serta nuansa Papua dalam semua fasilitas publik dan relasi-relasi sosial dalam masyarakat berkembang dan berjalan harmoni.

View items...
Keamanan

Keamanan (2)

Mendorong dan memastikan bahwa kekerasan tidak terjadi lagi di Papua, penegakan hukum dapat ditegakkan tanpa melampaui batas-batas kepatutan, serta pengelolaan keamanan di Papua dijalankan sesuai dengan sistem perundangan baik yang terkait dengan Polri maupun TNI.

View items...

Auditorium Universitas Cenderawasih di Kampus Uncen Abepura menjadi Lokasi Test Program ADIK 2014 Kluster Jayapura. (Foto: Boyke, UP4B)

 

Pelaksanaan Ujian Test Potensi Akademik  (TPA) dan Test Bidang Studi (TBS) yang menjadi syarat bagi lulusnya calon mahasiswa dalam penyelenggaraan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi bagi Putra-Putri Papua Tahun 2014 telah dilaksanakan hari ini, Selasa, tanggal 22 April 2014. Ujian diselenggarakan secara serentak di 16 lokasi di seluruh  Tanah Papua. Hampir di semua Lokasi Test dilaporkan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib, dan tidak terkecuali di Kota Jayapura yang merupakan kluster bagi Kota Jayapura, Kab. Jayapura, Kab. Keerom dan Kab. Sarmi. Hanya satu lokasi test terakhir yaitu di Kota Sorong yang mengalami penundaan karena situasi keamanan yang kurang kondusif. Kota Sorong merupakan kluster bagi peserta test dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Maybrat, Tambrauw, Raja Ampat dan Sorong Selatan.

 

Khusus untuk Kluster Jayapura dilaksanakan di Auditorium Unversitas Cenderawasih yang berlokasi di Kampus Bawah Uncen-Abepura. Sejak pukul 06.00 WIT pagi, para peserta yang sebagian besar mengenakan seragam Sekolah atau masih duduk di bangku Sekolah Kelas XII (Kelas 3 SMU/SMK) sudah memadati areal parkir dan 4 pintu samping Auditorium yang telah di-setting sebagai pintu masuk bagi peserta dari masing-masing 4 daerah. Untuk wilayah Kota Jayapura dan Kab. Keerom di pintu masuk sisi kiri gedung dan bagi Kab. Sarmi serta Kab. Jayapura masuk melalui kedua pintu di sisi kanan gedung tersebut. Peserta secara tertib menunggu giliran dipanggil sesuai nomor test dan dibagi per sekolah asal. Mulai Pukul 7.00 WIT para peserta dipanggil dan memasuki ruang Auditorium dan mengambil tempat duduk yang telah diatur oleh panitia pelaksana dari Universitas Cenderawasih.

Tuesday, 22 April 2014 11:07

Seleksi ADIK 2014 Di Merauke Berjalan Lancar

Written by

Pengawas dari Universitas Musamus memanggil peserta dan sekaligus membagikan Kartu Ujian (Foto: Zulfirman,UP4B)

 

Mulai pukul 07.00 WIT para peserta ADIK dari kabupaten Merauke dan Boven Digoel mulai berdatangan ke Universitas Musamus untuk mengikuti seleksi ADIK tahun 2014. Sesuai jadwal tepat pukul 08.00 WIT ujian tulis dimulai dan diawali dengan tes TPA.

 

Jumlah peserta yang terdaftar untuk mengikuti seleksi di Merauke sebanyak 248 siswa yang terdiri dari Merauke 237 siswa dan Boven Digoel 11 siswa. Hingga pelaksanaan seleksi selesai jumlah peserta yang tidak hadir sebanyak 84 siswa dan terdapat tambahan 10 peserta dari Boven Digoel. Menurut Pembantu Rektor I Musamus Daud Andang Pasalli, peserta yang tidak hadir kemungkinan besar karena banyak diantaranya merayakan Paskah di kampung yang lokasinya cukup jauh dari Merauke sedangkan transportasi dari kampung tersebut menuju merauke sangat terbatas. 

JAYAPURA - Kapolda Papua Irjend Pol Tito Karnavian mengungkapkan bahwa dalam penerimaan Brigadir Polisi tahun 2014 ini pihaknya ingin mendapatkan siswa yang benar-benar berkualitas. Ia juga meyakini anak-anak Papua memiliki potensi dan kualitas untuk menjadi seorang polisi, tinggal bagaimana dari niat tersebut diseriusi dan didukung oleh orang tua.         

 

Tahun ini menurutnya Polda Papua membutuhkan 488 orang Polisi Laki-laki (Polki) dan 121 orang Polwan. Jumlah ini dikatakan bisa bertambah jika dalam proses penjaringan ternyata banyak yang berkualitas. Kapolda Tito Karnavian dalam arahannya menyebut bahwa dirinya menginginkan mendapatkan brigadir yang terbaik dari yang terbaik. Sebab menurutnya bila anggota Polisi tersebut benar berkualitas maka akan memberi banyak manfaat bagi institusi. 

Serui (22/4) ratusan siswa SMU/ SMK se Kabupaten Kepulauan Yapen Papua hari ini jalani rangkaian test masuk berupa ujian tertulis di SMA 1 Serui. (Foto: Harris, UP4B)

 

Program ADIK (Afirmasi Pendidikan Tinggi) yang merupakan program khusus keberpihakan pemerintah pusat melalui Kemendikbud RI terhadap Putra-Putri Asli Papua Tahun Ajaran 2013/2014 menyediakan kuota sebanyak 500 siswa untuk Provinsi Papua dan Papua Barat guna melanjutkan studi ke 39 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Maluku.

 

Program affirmasi pendidkan tinggi prakarsa UP4B bekerjasama dengan Dirjen Dikti Kemendikbud RI dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTNI). Saat ini sudah menjadi primadona dikalangan para pelajar SMU/ SMK di Tanah Papua terlebih khusus di Kabupaten Kepulauan Yapen. Hal tersebut terungkap dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen dalam sambutannya yang disampaikan Kabid SMU/ SMK Saskar Paiderouw,S.Pd, MA ketika membuka pelaksanaan test program ADIK.

Sebanyak 3.779 putra-putri asli Papua lulusan SMA, hari ini (22/4/14) serentak mengikuti tes masuk Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Tahun 2014. Mereka akan bersaing untuk mendapatkan beasiswa pada 39 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Program afirmasi ini diadakan atas kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemendikbud), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI)  dan Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B). Kuota yang akan diberikan untuk 2 provinsi ini sebanyak 500 orang dengan pembagian untuk Provinsi Papua sebanyak 350 orang dan Provinsi Papua Barat sebanyak 150 orang.

 

Tes masuk PTN yang diselenggarakan di 2 pronvinsi ini tergolong sangat khusus, berbeda dengan tes yang diselenggarakan secara nasional. Dari mulai waktu penyelenggaraan, soal tes dan tempat juga berbeda. Penyiapan soal dilakukan oleh Dikti bekerja sama dengan MRPTNI dengan tingkat kesulitan sedang. Tes yang akan berlangsung 1,5 jam itu meliputi Tes Kemampuan Akademik dan Tes Kemampuan Dasar. Pertimbangan, kwalitas pendidikan di Tanah Papua relatif masih tertinggal dibanding yang ada di luar Papua. Pemilihan tempat tes juga memberikan pertimbangan, agar peserta dapat memilih tempat terdekat. Tidak sekedar jarak tempuh, faktor geografis juga membuat hambatan tersendiri. Pengalaman penyelenggaraan tes tahun sebelumnya, tidak sedikit peserta yang gagal ikuti tes karena terlambat dan faktor  cuaca serta tidak ada jadwal penerbangan.

Jayapura,16/4 ( Jubi )— Layanan penerbangan langsung dari Papua ke luar negeri atau sebaliknya dari luar negeri langsung ke Papua nampaknya tak lama lagi bakal terealisasi. Bandar Udara (Bandara) Frans Kaisepo Biak Numfor dan Bandara Sentani Kabupaten Jayapura kini sedang diupayakan untuk beralih menjadi Bandara Internasional.

 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Yusuf Yambeyabdi, sebelumnya mengungkapkan, Bandara Sentani termasuk dalam 10 bandara di Indonesia yang sudah siap beralih status menjadi Bandara Internasional, kini sedang dalam tahap administrasi.

Rumah lama dan rumah baru (kiri) Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan Rakyat yang dibangun dengan nilai Rp 30 juta. (Foto: Sudadi, UP4B) 

 

Kebutuhan perumahan rakyat yang sehat dan layak huni di Kabupaten Boven Digoel masih sangat besar. Ditinjau dari kriteria luas rumah, berdasarkan data susenas, pada tahun 2012 hanya terdapat sebanyak 46,83 persen rumah tangga di Kabupaten Boven Digoel yang termasuk dalam kriteria rumah sehat yaitu yang memiliki luas lantai perkapita minimal 10 meter persegi. Dari sisi kualitas rumah, masih ditemukan permuahan masyarakat yang  sebagian besar lantainya berupa tanah, serta dinding dan atap belum permanen.

 

Untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat miskin, Dinas Kesejahteraan Sosial dan Masyarakat Terasing Kabupaten Boven Digoel setiap tahun rata-rata mengalokasikan pembangunan sekitar 65 unit rumah dari APBD untuk masyarakat miskin. Sejak tahun 2007-2013 telah terbangun 451 unit rumah. Rumah yang dibangun tipe 45 dengan harga Rp. 263 juta per unit.  Berdasarkan hasil observasi lapangan UP4B, rumah yang dibangun tersebut memiliki kualitas yang baik. Namun peruntukannya tidak selalu tepat untuk masyarakat miskin. Ditemukan PNS yang memperoleh bantuan rumah. Ada juga masyarakat penerima yang mengkontrakan rumah bantuan pemerintah tersebut kepada pihak lain. Diperlukan pengawasan dan pengendalian yang ketat agar rumah bantuan Pemerintah jatuh ke tangan masyarakat miskin yang benar-benar berhak dan membutuhkan.

Arus lalu-lintas Trans Papua Merauke – Tanah Merah yang sudah bisa ditempuh dalam waktu lk 7 jam itu, kini memperlancar arus distribusi barang dan manusia dari dan kedua wilayah ini. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Akses dari Merauke menuju Kota Tanah Merah, Ibukota Kabupaten Boven Digul kini semakin lancar. Kota yang memiliki nilai sejarah itu, kini semakin mudah dilewati melalui jalur darat ketimbang jakur udara. Ada kecenderungan masyarakat lebih memilih jalan darat, selain nyaman juga tidak tergantung jadwal keberangkatan. Perjalanan Merauke ke Tanah Merah sudah dapat dijangkau melalui darat selama kurang lebih 8 jam. Arus lalu-lintas menjadi semakin lancar, itu karena jalan ini sudah 90 persen mulus. Sejak tahun 2010 telah dilakukan peningkatan jalan, menjadikan kondisi ruas jalan nasional semakin nyaman untuk dilewati kendaraan. Kini tinggal beberapa titik pada lintasan jembatan masih menjadi hambatan karena dalam proses pembangunan. 

 

Akses lain melalui udara, perkembangan terakhir sudah tidak lagi menjadi pilihan favorit. Maskapai Penerbangan Merpati sejak Januari 2014 sudah tidak beroperasi lagi. Kecuali Susiair, yang masih beroperasi, meski jadwal penerbangan tidak menentu karena bergantung pada jumlah penumpang dan kondisi cuaca. Kondisi ini menjadikan Bandara Tanah Merah kini semakin sepi. yang selama ini membuka 4 kali seminggu, namun jadwal penerbangan  tidak menentu karena bergantung pada jumlah penumpang dan kondisi cuaca.

Monday, 14 April 2014 11:44

Kerusakan Aki pada PLTS Masalah Klasik

Written by

PLTS di Kampung Ginggimop, Distrik Arimop sudah setahun terakhir tidak dapat melayani masyarakat karena permasalahan pada aki. Fasilitas PLTS dibiarkan rusak, padahal tanggung jawab terhadap pemeliharaan adalah masyarakat pengguna. (Foto: Dito, UP4B)

 

Berdasarkan data Susenas tahun 2012, sebanyak 75,83 persen rumah tangga di Kabupaten Boven Digoel menggunakan listrik PLN maupun non-PLN sebagai sumber penerangan utamanya. Jangkauan listrik PLN sendiri masih terbatas di Tanah Merah, Mindiptana, serta Getentiri dan sekitarnya. Listrik PLN menggunakan mesin diesel sebanyak 7 buah meliputi 3 buah di Tanah Merah, 3 buah di Mindiptana, dan 1 buah di Getentiri. Diluar listrik PLN, Pemda menyediakan pembangit listrik diesel di Distrik Kouh, Bomakia, dan Asiki yang kebutuhan BBM-nya dialokasikan dari APBD setiap tahun. Pembangkit listrik diesel juga diadakan dan dibiayai secara swadaya oleh masyarakat.  Selain listrik diesel, listrik non-PLN juga mencakup pembangkit listrik energi baru dan terbarukan khususnya PLTS. Adapun persentase rumah tangga yang sama sekali belum terjangkau listrik masih cukup besar yaitu 20,72 persen.

 

Tim UP4B melaksanakan observasi lapangan ke Kampung Ginggimop, Distrik Arimop untuk melihat operasonalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat yang dibangun melalui DAK tahun 2012 sebesar Rp. 3 Miliar. PLTS tersebut ternyata sudah setahun terakhir tidak dapat melayani masyarakat karena permasalahan pada aki. Kerusakan aki, menjadi masalah klasik. Banyak PLTS menjadi tidak berfungsi karena kurang pemeliharaan.  Padahal tanggung jawab ada pada masyarakat sebagai pengguna.

Koordinator Tim UP4B Abdul Alim Salam saat meninjau tempat penyimpanan biskuit yang masih tersimpan di kardus di salah satu ruang di Kantor Dinas Kesehatan Paniai. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Ratusan koli berisi biskuit program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) sampai akhir Maret 2014 lalu masih menumpuk di sebuah ruang kantor Dinas Kesehatan di Kabupaten Paniai Papua. Barang tersebut belum bisa disitribusikan karena belum tersedia dana untuk penyaluran ke distrik di daerah pedalaman. 

 

Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai Yosia Yeimo, SKM kepada Tim UP4B ketika mengkonfirmasi keberadaan ratusan koli paket tersebut menjelaskan, penumpukan itu akibat faktor geografis. “Kami kesulitan pengiriman karena letak sekolah berada jauh di pedalaman”, ungkap Yosia Yeimo.  Pihaknya tidak akan menumpuk berlama-lama di kantor yang makin menyesakkan itu. Ia menjamin dalam waktu dekat akan disalurkan sampai sekolah tujuan. Usulan untuk penyediaan anggaran biaya pengiriman sedang disiapkan dan akan segera disampaikan ke dinas untuk mendukung biaya distribusi.  

Page 1 of 45

Foto Random

20130515-Werima4.jpg
20130530-Oksibil-Dekai-Kondisi11koma4.jpg
20140213-PentahapanCalonPenerbang2014.jpg
20130917-JalanLingkarMansinam2.jpg

Newsletter Subscriber

Name:
Email:

Tahukah Anda

20121113-MeraukeDigoel8Jam.jpg

Asal

Flag Counter
2013.09.06

Kontak Kami

Kantor Pusat:

Jln. Prof. M. Yamin SH. III No. 1A, Angkasa, Jayapura. Papua. 99113.
Telp: (+62) 967 521 649
Fax: (+62) 967 521 619
Email: uppppb(di)gmail(titik)com

Kantor Kepala UP4B:

Jl. Kebun Sirih No 14, Gambir. Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 11010

Kantor UP4B:

Gedung BPPT, Lantai 5, Jl. M.H. Thamrin No 8, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 10340.
Telp/Fax: (+62) 021 3983 6243