twitter

You are here Home Prioritas P4B Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (74)

Mendorong dan memastikan program pendidikan usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar 9 tahun ditiap kampung, pendidikan menengah kejuruan/ umum di distrik, program sekolah unggulan di Jayapura, Manokwari, Merauke dan Sorong dapat diwujudkan serta menjadikan Uncen dan Unipa menjadi center of excelence di Papua.

Monday, 20 October 2014 14:02

UP4B Bantu Bangun SMK di Pegaf

Written by
Pegaf, Media Papua - Pada Tahun 2015 mendatang, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) akan mendapatkan bantuan pembangunan untuk bidang pendidikan. Bantuan tersebut berasal dari Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B), berupa pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
 
Hal itu dikatakan, Penjabat Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Drs. Dominggus Mandacan, saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Taige belum lama ini. "Bantuan di bidang pendidikan sangat berguna bagi Kabupaten Pegaf. Sebab bidang ini begitu butuh dukungan, apalagi gedung SMK, sehingga dapat menjawab keinginan putra-putri Pegaf untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus lagi ke Manokwari," kata mantan Bupati Manokwari dua periode itu.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pegaf, Stoa Dowansiba SPd, yang turut mendampingi kunker bupati ke Taige, mengatakan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan sudah dipenuhi. "Pihak kami telah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan, sehingga kami siap melakukan pembangunan dan sesuai rencana akan dibangun di Ullong," ungkap Stoa. (humas pegaf)
 
Terbit di Media Papua, 20 Oktober 2014, Hal 7
Monday, 18 August 2014 15:12

Papua dan Papua Barat Diprioritaskan

Written by

JAKARTA, KOMPAS — Pemberantasan buta aksara di Papua dan Papua Barat menjadi prioritas. Sedikitnya separuh anggaran pemberantasan buta aksara pemerintah pusat difokuskan untuk mempercepat layanan pendidikan keaksaraan. Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wartanto, akhir pekan lalu, mengatakan, rata-rata 34,8 persen penduduk di tanah Papua buta aksara. Bahkan, di daerah tertentu, ada yang 80 persen penduduknya buta aksara.

 

”Banyaknya penduduk buta aksara terkait dengan kemiskinan. Perlu percepatan program keaksaraan fungsional di daerah-daerah sulit, termasuk Papua dan Papua Barat,” kata Wartanto. Selain dari pemerintah pusat, pendanaan juga didukung Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat dengan memanfaatkan dana otonomi khusus. Targetnya, sekitar 200.000 warga bisa dilayani dan dalam 4-5 tahun pemberantasan buta aksara tuntas.

Monday, 18 August 2014 15:03

Perhatian Pendidikan Untuk Papua Makin Meningkat

Written by

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2015 baru saja diserahkan dari Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai pidato Nota Keuangan. Selanjutnya, RAPBN mulai dibahas oleh DPR (lama) pada Senin 22 Agustus 2014 dan rencana disahkan pada 23 September 2014. APBN TA 2015 akan dilaksanakan oleh pemerintahan presiden terpilih, bila dianggap cocok, atau dilakukan perubahan bila dianggap perlu dengan persetujuan DPR (baru). 

 

Beberapa alokasi anggaran pendidikan memprioritaskan untuk mempercepat peningkatan layanan pendidikan di Tanah Papua (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat), seperti pemberantasan buta aksara. Setengah alokasi dana pemberantasan buta aksara  akan difokus untuk mempercepat layanan pendidikan keaksaraan. Peta kwantitas yang tinggi penduduk buta akasara ada di tanah Papua. Rata-rata 34,8 persen penduduk tanah Papua  buta aksara, bahkan yang lebih ekstrim seperti Kab Nduga mayoritas yaitu 82 persen penduduk buta aksara tak terkecuali orang dewasa dan anak-anak. 

Friday, 08 August 2014 16:16

SM3T dari Universitas Riau

Written by

Sebanyak 32 guru asal Universitas Riau program sarjana mengajar di daerah terpencil (SM3T) hari ini (8/8/2014) kembali ke Riau setelah setahun mengajar anak-anak SD di Kabupaten Lanny Jaya Papua. Tugas mereka akan berakhir September, tetapi karena kondisi keamanan yang kurang kondusif akhirnya ditarik lebih cepat. Luar biasa pengabdian mereka, guru-guru ini melawan rasa takut demi mencerdaskan anak bangsa yang masih. tertinggal jauh dalam pendidikan. Hanya dalam waktu 3 bulan bertugas, relawan pendidikan ini bisa mengajari anak SD membaca, menulis dan menghitung. Kalian adalah "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa". (Foto: Sudadi, Media Center UP4B)

 

Download foto resolusi 2415 x 954 pixel

Mendikbud Prof. M. Nuh bersama Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP., M.H.JAYAPURA – Mengomentari visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Muhammad Nuh menilai hal tersebut paling baik diwujudkan dengan memulai pembangunan dan peningkatan mutu manusianya. 

 

“Kalau kita ingin mandiri, bangkit dan sejahtera, maka cara yang paling jitu dan mulia adalah membangun kecerdasan terlebih dahulu, dan itu kata kucinya ada di pendidikan,” ujar M. Nuh.

 

Dijelaskannya, ciri masyarakat yang cerdas yang pertama adalah pola pikirnya selalu mengarah kepada bagaimana caranya menyelesaikan persoalan, bukan mempersoalkan perosalan. Ciri yang kedua adalah orang yang menyeleasikan masalah biayanya rendah, baik biaya ekonomi maupun biaya secara sosial dan politik. Kemudian ketiga adalah dalam menyelesaikan masalah dia tidak menabrak aturan yang ada. Lalu yang keempat  adalah tepat waktu dalam menyelesaikan persoalan.

Thursday, 10 July 2014 17:36

Papua, Pendidikan, dan Jokowi

Written by

TEMPO.CO, Jakarta - Papua adalah wilayah Indonesia yang pertama kali menerima sinar matahari setiap pagi. Namun manusia-manusia Papua yang terbangun oleh fajar pagi itu kerap terlupakan. Walhasil, hal-hal yang serba kurang mudah kita jumpai di Papua.

 

Pak Jokowi, pada hari pertama kampanye Anda untuk menjadi Presiden, Anda telah menginjak tanah Papua. Melalui media, saya simak pernyataan Anda, bahwa Anda datang bukan sekadar mencari dukungan suara, tapi juga karena memandang tanah fajar menyingsing ini memiliki arti penting bagi Indonesia. Anda betul Pak Jokowi. "Indonesia tanpa Papua, bukanlah Indonesia." Kira-kira begitulah garis politik Sukarno.

 http://www.youtube.com/watch?v=srhpT-0MoNc

Apresiasi kepada Guru SM3T pada Gerakan Membaca 1.000 Anak Lanny Jaya disampaikan oleh Christian Sohilait, ST, Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya.

Berita terkait:

  1. Ibu Guru Ajari Kami Agar Bisa Membaca, Menulis dan Menghitung...! 
  2. Pemkab Lanny Jaya Bantu Setiap Ibu Hamil Rp 5 Juta Agar Melahirkan Anak Cerdas 

 

Seribu anak utusan dari 60 sekolah dasar yang tersebar di sejumlah distrik Kabupaten Lanny Jaya, dengan semangat membaca bersama ikut memecahkan rekor MURI pada acara “Gerakan Membaca 1000 Anak Lanny Jaya”. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Bupati Lanny Jaya Bifa Yigibalom, SE, Msi menyatakan, komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya. Membangun pendidikan dimulai dari sejak ibu hamil, anak usia dini, sekolah dasar, lanjutan sampai menengah. “Kecerdasan harus disiapkan sejak anak dalam kandungan. Untuk itu, setiap ibu hamil diberikan bantuan senilai Rp 5 juta. Kiat ini, sudah ditiru oleh sejumlah kabupaten lain di Papua”, kata bupati.

 

Pernyataan itu disampaikan bupati saat membuka “Gerakan Membaca Seribu Anak Lanny Jaya” di lapangan terbuka Kota Tiom ibukota Kabupaten Lanny Jaya. Kegiatan akbar yang diikuti 1000 anak-anak dari 60 sekolah dasar yang tersebar di sejumlah distrik itu, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional Senin (2/5). 

Sebanyak seribu lebih siswa siswi Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Lanny Jaya, nampak diantaranya sedang menulis impiannya di lembar kain spanduk yang disiapkan panitia sepanjang 300 meter. Anak-anak bebas menulis apa saja, yang terkait dengan masa depan. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Siapa yang tidak tergugah setiap kali mendengar anak-anak mengungkapkan perasaan hatinya. Berkatalah anak itu: “Ibu Guru inilah kami adanya, mohon jangan acuhkan kami ! Ajari kami agar bisa membaca, menghitung menulis dan kami ingin menjadi manusia seutuhnya agar sama dengan anak-anak Indonesia lainnya,” demikian sepotong ungkapan murid sekolah dasar yang disampaikan Guru SM3T Ruth Frisilia Ginting pada acara peringatan Hari Anak Internasional Senin (2/6) di lapangan terbuka Tiom Kabupaten Lanny Jaya Papua. 

 

Ketua Panitia Peringatan Hari Anak Internasional Fahrur Rozi melaporkan, kegiatan ini diikuti 1053 siswa dari seluruh sekolah dasar yang ada di Kabupaten Lanny Jaya.  Diselenggarakan atas kerjasama guru peserta program Sarjana Mengajar Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Lanny Jaya serta mendapat dukungan penuh Bupati Lanny Jaya Bifa Yigibalom SE, MSi, Komunitas guru SM3T yang bertugas di Yahukimo, Memberamo Tengah, Tolikara dan Jayawijaya. 

Tuesday, 20 May 2014 10:07

Pendidikan, Pembangunan dan Orang Mabuk

Written by

“Pace: Orang Mabuk Tra Bisa Membangun Papua”, demikian bunyi spanduk yang ditempel di sebuah tempat yang orang Sorong menyebut sebagai “Tembok Berlin” yang berada di tepi pantai. (Foto: Amiruddin, UP4B)

 

Sorong, begitu cerahnya hari itu. Cuaca seakan menyambut adanya gawean besar Kemdikbud yang berlangsung pagi itu di Kabupaten Sorong yaitu Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional.  Hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dan Menteri KLH Balthasar Kambuaya. Kedua menteri yang bergelar profesor itu sama-sama mantan rektor, yaitu Rektor ITS Surabaya dan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura. 

 

Dalam acara itu, saya juga melihat Rektor Universitas Negeri Papua (Unipa), Manokwari, Dr. Suriel Mofu dan Rektor Universitas Musamus, Merauke Philipus Betaubun. Mungkin juga hadir pejabat dari Uncen, Jayapura. 

Page 1 of 6

Foto Random

20121206-KantorBupatiIntanJaya.jpg
20141016-ADEMBlitar3.jpg
20140127-Kenyam-Gearek.jpg
20130828-BupatiPaniaiBerkunjungUP4B.jpg

Newsletter Subscriber

Name:
Email:

Tahukah Anda

20121113-MeraukeDigoel8Jam.jpg

Asal

Flag Counter
2013.09.06

Kontak Kami

Kantor Pusat:

Jln. Prof. M. Yamin SH. III No. 1A, Angkasa, Jayapura. Papua. 99113.
Telp: (+62) 967 521 649
Fax: (+62) 967 521 619
Email: uppppb(di)gmail(titik)com

Kantor Kepala UP4B:

Jl. Kebun Sirih No 14, Gambir. Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 11010

Kantor UP4B:

Gedung BPPT, Lantai 5, Jl. M.H. Thamrin No 8, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 10340.
Telp/Fax: (+62) 021 3983 6243