twitter

You are here Home Prioritas P4B Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (70)

Mendorong dan memastikan program pendidikan usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar 9 tahun ditiap kampung, pendidikan menengah kejuruan/ umum di distrik, program sekolah unggulan di Jayapura, Manokwari, Merauke dan Sorong dapat diwujudkan serta menjadikan Uncen dan Unipa menjadi center of excelence di Papua.

Mendikbud Prof. M. Nuh bersama Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP., M.H.JAYAPURA – Mengomentari visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Muhammad Nuh menilai hal tersebut paling baik diwujudkan dengan memulai pembangunan dan peningkatan mutu manusianya. 

 

“Kalau kita ingin mandiri, bangkit dan sejahtera, maka cara yang paling jitu dan mulia adalah membangun kecerdasan terlebih dahulu, dan itu kata kucinya ada di pendidikan,” ujar M. Nuh.

 

Dijelaskannya, ciri masyarakat yang cerdas yang pertama adalah pola pikirnya selalu mengarah kepada bagaimana caranya menyelesaikan persoalan, bukan mempersoalkan perosalan. Ciri yang kedua adalah orang yang menyeleasikan masalah biayanya rendah, baik biaya ekonomi maupun biaya secara sosial dan politik. Kemudian ketiga adalah dalam menyelesaikan masalah dia tidak menabrak aturan yang ada. Lalu yang keempat  adalah tepat waktu dalam menyelesaikan persoalan.

Thursday, 10 July 2014 17:36

Papua, Pendidikan, dan Jokowi

Written by

TEMPO.CO, Jakarta - Papua adalah wilayah Indonesia yang pertama kali menerima sinar matahari setiap pagi. Namun manusia-manusia Papua yang terbangun oleh fajar pagi itu kerap terlupakan. Walhasil, hal-hal yang serba kurang mudah kita jumpai di Papua.

 

Pak Jokowi, pada hari pertama kampanye Anda untuk menjadi Presiden, Anda telah menginjak tanah Papua. Melalui media, saya simak pernyataan Anda, bahwa Anda datang bukan sekadar mencari dukungan suara, tapi juga karena memandang tanah fajar menyingsing ini memiliki arti penting bagi Indonesia. Anda betul Pak Jokowi. "Indonesia tanpa Papua, bukanlah Indonesia." Kira-kira begitulah garis politik Sukarno.

 http://www.youtube.com/watch?v=srhpT-0MoNc

Apresiasi kepada Guru SM3T pada Gerakan Membaca 1.000 Anak Lanny Jaya disampaikan oleh Christian Sohilait, ST, Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya.

Berita terkait:

  1. Ibu Guru Ajari Kami Agar Bisa Membaca, Menulis dan Menghitung...! 
  2. Pemkab Lanny Jaya Bantu Setiap Ibu Hamil Rp 5 Juta Agar Melahirkan Anak Cerdas 

 

Seribu anak utusan dari 60 sekolah dasar yang tersebar di sejumlah distrik Kabupaten Lanny Jaya, dengan semangat membaca bersama ikut memecahkan rekor MURI pada acara “Gerakan Membaca 1000 Anak Lanny Jaya”. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Bupati Lanny Jaya Bifa Yigibalom, SE, Msi menyatakan, komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya. Membangun pendidikan dimulai dari sejak ibu hamil, anak usia dini, sekolah dasar, lanjutan sampai menengah. “Kecerdasan harus disiapkan sejak anak dalam kandungan. Untuk itu, setiap ibu hamil diberikan bantuan senilai Rp 5 juta. Kiat ini, sudah ditiru oleh sejumlah kabupaten lain di Papua”, kata bupati.

 

Pernyataan itu disampaikan bupati saat membuka “Gerakan Membaca Seribu Anak Lanny Jaya” di lapangan terbuka Kota Tiom ibukota Kabupaten Lanny Jaya. Kegiatan akbar yang diikuti 1000 anak-anak dari 60 sekolah dasar yang tersebar di sejumlah distrik itu, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional Senin (2/5). 

Sebanyak seribu lebih siswa siswi Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Lanny Jaya, nampak diantaranya sedang menulis impiannya di lembar kain spanduk yang disiapkan panitia sepanjang 300 meter. Anak-anak bebas menulis apa saja, yang terkait dengan masa depan. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Siapa yang tidak tergugah setiap kali mendengar anak-anak mengungkapkan perasaan hatinya. Berkatalah anak itu: “Ibu Guru inilah kami adanya, mohon jangan acuhkan kami ! Ajari kami agar bisa membaca, menghitung menulis dan kami ingin menjadi manusia seutuhnya agar sama dengan anak-anak Indonesia lainnya,” demikian sepotong ungkapan murid sekolah dasar yang disampaikan Guru SM3T Ruth Frisilia Ginting pada acara peringatan Hari Anak Internasional Senin (2/6) di lapangan terbuka Tiom Kabupaten Lanny Jaya Papua. 

 

Ketua Panitia Peringatan Hari Anak Internasional Fahrur Rozi melaporkan, kegiatan ini diikuti 1053 siswa dari seluruh sekolah dasar yang ada di Kabupaten Lanny Jaya.  Diselenggarakan atas kerjasama guru peserta program Sarjana Mengajar Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Lanny Jaya serta mendapat dukungan penuh Bupati Lanny Jaya Bifa Yigibalom SE, MSi, Komunitas guru SM3T yang bertugas di Yahukimo, Memberamo Tengah, Tolikara dan Jayawijaya. 

Tuesday, 20 May 2014 10:07

Pendidikan, Pembangunan dan Orang Mabuk

Written by

“Pace: Orang Mabuk Tra Bisa Membangun Papua”, demikian bunyi spanduk yang ditempel di sebuah tempat yang orang Sorong menyebut sebagai “Tembok Berlin” yang berada di tepi pantai. (Foto: Amiruddin, UP4B)

 

Sorong, begitu cerahnya hari itu. Cuaca seakan menyambut adanya gawean besar Kemdikbud yang berlangsung pagi itu di Kabupaten Sorong yaitu Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional.  Hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dan Menteri KLH Balthasar Kambuaya. Kedua menteri yang bergelar profesor itu sama-sama mantan rektor, yaitu Rektor ITS Surabaya dan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura. 

 

Dalam acara itu, saya juga melihat Rektor Universitas Negeri Papua (Unipa), Manokwari, Dr. Suriel Mofu dan Rektor Universitas Musamus, Merauke Philipus Betaubun. Mungkin juga hadir pejabat dari Uncen, Jayapura. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika hendak menandatangani prasasti pembangunan Kampus III Unipa di Sorong didampingi oleh Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi, Menteri KLH Balthasar Kambuaya dan Kepala UP4B Bambang Darmono, serta Wamendikbud Musliar Kasim (Foto: Amiruddin, UP4B)

UNIVERSITAS Negeri Papua (Unipa) akan menjadi center of excellence bagi dunia pendidikan di Papua. Hal ini ditandai dengan didirikannya Kampus III Unipa yang akan menjadi Fakultas Kedokteran. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh saat penandatanganan prasasti dimulainya pembangunan Kampus III UNIPA di Sorong. “Dengan didirikannya Kampus III UNIPA, maka UNIPA akan menjadi center of excellence bagi dunia pendidikan di Papua,” ujar M. Nuh yang juga mantan rektor ITS Surabaya ini.

 

Juru Bicara dan Asisten Ahli Kepala UP4B, Amiruddin, dalam siaran pers, Selasa (13/05) mengatakan, kehadiran Mendikbud di Papua dalam rangka mengikuti puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Sorong, Papua Barat pada 10 Mei 2014. Puncak peringatan hari pendidikan nasional itu bertemakan “Pendidikan Untuk Peradaban Indonesia Yang Unggul”.

Sorong, Kemdikbud -- Kunjungan kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Papua Barat, turut mengagendakan kunjungan ke daerah sasaran program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T). Salah satu sekolah tempat pengajar SM3T mengajar adalah SD dan SMP Satu Atap (Satap) Ninjemor. Di sepanjang jalan menuju lokasi, rombongan Mendikbud disambut ratusan orang yang terdiri dari guru dan siswa SD, SMP, dan SMA.  

 

"Melihat sepanjang jalan bangunan sekolah relatif bagus. Para siswa dan dan guru berjejeran menyambut rombongan, itu menampakkan bahwa pendidikan di Papua Barat sudah bangkit. InsyaAllah tidak terlalu lama adik-adik kita akan bisa memimpin bangsa ini,” tutur Mendikbud saat menyapa para siswa dan penduduk di SD dan SMP Satap Ninjemor, Kamis (08/05/2014).  

Friday, 09 May 2014 11:47

Mendikbud Teteskan Air Mata di Bumi Papua

Written by

Sorong, Kemdikbud -- Rangkaian kegiatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Kota Sorong, Papua Barat, diawali dengan mengunjungi sekolah. Usai melihat pelaksanaan ujian nasional (UN) pagi tadi di SMPN 1 Kota Sorong, Mendikbud lalu mengunjungi SD dan SMP Satu Atap (Satap) Ninjemor. Di sekolah inilah Mendikbud tak kuasa menahan haru dan meneteskan air mata.

 

Mendikbud meneteskan air mata saat melihat para siswa SD dan SMP Satap Ninjamor menyanyikan lagu Indonesia Raya. "Sungguh sangat mengharukan kalau kita tatap dengan menggunakan mata hati, adik-adik kita yang sekolah di sini mulai dari yang menyanyikan Indonesia Raya sampai yang melakukan tarian Yospan, dan berbagi cerita dari pengalaman pengajar SM3T," tutur Mendikbud dengan haru di SD dan SMP Satap Ninjamor, Papua Barat, (08/05/2014). SD dan SMP Satap Ninjamor terletak di Jalan Petrochina Km.10 Distrik Moi Segen, Papua Barat.

Suasana Pertemuan antara Tim UP4B, Staf  Dikti Malfin Elsamany  dan Sekda  Kabupaten Lanny Jaya Christian Sohilait,ST  di ruang rapat Sekda (Foto: Harris, UP4B)

 

Sekda  Kabupaten Lanny Jaya Christian Sohilait, ST, MSi  menyatakan, keberadaan guru SM3T memberi dampak positif bagi pengembangan pendidikan dasar. Tenaga guru bantuan Kemendikbud itu, untuk sementara dapat mengisi kekurangan tenaga pendidik. Jumlah guru di kabupaten ini sebenarnya sudah mencukupi, tetapi dalam perkembangannya kini semakin berkurang. Kekuarangan itu terjadi karena ada beberapa guru yang sudah beralih status menjadi pejabat SKPD, mutasi ke kabupaten lain dan keengganan menjalankan tugas sebagai tenaga pengajar. Semua itu memiliki alasan yang bervariasi.

 

Pernyataan itu disampaikan Sekda ketika menerima kunjungan Tim UP4B dalam rangka monitoring kegiatan SM3T di Kabupaten Lanny Jaya. Ikut mendampingin pertemuan staf  Dikti Kemendikbud Malfin Elsamany. “Kami bersyukur kehadiran SM3T ini sangat membantu, terutama untuk mengisi kekurangan guru pada pendidikan di Sekolah Dasar”, katanya.

Page 1 of 5

Foto Random

20130429-RSUDPaniai-small.jpg
20130415-TimDihidros4.jpg
20131016-ProfDrDonaldARomokoyRektorUnsrat.jpg
20130222-BeritaKoperasi4.jpg

Newsletter Subscriber

Name:
Email:

Tahukah Anda

20121113-MeraukeDigoel8Jam.jpg

Asal

Flag Counter
2013.09.06

Kontak Kami

Kantor Pusat:

Jln. Prof. M. Yamin SH. III No. 1A, Angkasa, Jayapura. Papua. 99113.
Telp: (+62) 967 521 649
Fax: (+62) 967 521 619
Email: uppppb(di)gmail(titik)com

Kantor Kepala UP4B:

Jl. Kebun Sirih No 14, Gambir. Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 11010

Kantor UP4B:

Gedung BPPT, Lantai 5, Jl. M.H. Thamrin No 8, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 10340.
Telp/Fax: (+62) 021 3983 6243