twitter

You are here Home Prioritas P4B Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (56)

Mendorong dan memastikan program pendidikan usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar 9 tahun ditiap kampung, pendidikan menengah kejuruan/ umum di distrik, program sekolah unggulan di Jayapura, Manokwari, Merauke dan Sorong dapat diwujudkan serta menjadikan Uncen dan Unipa menjadi center of excelence di Papua.

Friday, 04 April 2014 11:40

Penyediaan Rumah Guru Agar Diperhatikan

Written by

Foto bersama Tim Dalev UP4B bersama salah seorang Guru di SMA Negeri 1 Ilu (Foto: Harris, UP4B)

 

Problem rumah bagi para guru merupakan kendala utama bagi kelangsungan proses belajar mengajar di Kabupaten Puncak Jaya. Demikian penjelasan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Puncak Jaya Djabar Kelrey, S.Pd dalam rapat koordinasi dengan SKPD di Kantor Bappeda Mulia (24/3).

 

Banyak guru tidak bertugas baik karena tidak memiliki rumah di setiap distrik dimana sekolah berada sehingga tidak betah, mengakibatkan murid terlantar. Kami berharap perhatian pemerintah Provinsi maupun pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI agar memprioritaskan pembangunan rumah guru bagi kami disini, cetusnya.

Koordinator Tim Dalev UP4B Abdul Alim Salam dan Yensawai E. Rumbiak serta pendamping Abet Pikei saat kunjungan lapangan di Kampung Mogeya, Distrik Paniai Barat. (Foto: Sudadi, UP4B). 

 

Bangunan SD Negeri Inpres Mogeya yang sepi menarik perhatian Tim Dalev UP4B. Waktu saat itu menunjukkan kurang dari pukul 10 pagi. Seharusnya pada saat itu sekolah sedang aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tujuan semula Tim Dalev berkunjung ke kampung ini adalah untuk melakukan obervasi lapangan hasil pelaksanaan kegiatan PNPM. Namun tak urung, sepinya bangunan SD ini dari kegiatan belajar mengajar telah menyita perhatian tersendiri. 

 

Rupanya sudah lebih dari seminggu proses belajar mengajar di SD ini terhenti. Ini karena dua guru (satunya merangkap Kepala Sekolah) pergi meninggalkan tempat. Sebetulnya ada 3 orang tenaga Guru honorer lain. Mereka pun turut pula pergi. Sepinya kegiatan sekolah, teratasi oleh terdengar sayup kidung nyayian dari sebuah Gereja, yang terletak tidak jauh – nyaris berhadapan dengan SD ini. Untuk mengisi kekosongan waktu, rupanya pengurus Gereja mengajak anak-anak untuk melaksanakan kegiatan ibadah. 

Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah R. Ham Pagawak, SH,.M.Si bersama Wakil Bupati, Tim UP4B, sejumlah SKPD terkait dan para siswa foto bersama di lokasi rencana pembangunan sekolah standar nasional. (Foto: Sostenes, UP4B)

 

Kabupaten Mamberamo Tengah siap membangun sekolah berstandar nasional berjenjang dari tingkat SD, SMP dan SMA. Sekolah yang akan ditempatkan di Kobakma, ibukota kabupaten itu sudah siap dibangun tahun ini. Pembangunan sekolah itu menandai setahun kepemimpinan bupati definitif pertama Mamberami Tengah R. Ham Pagawak, SH,.M.Si tanggal pada 25 Maret 2014.  

 

Bupati kepada Tim UP4B ketika mengantar di lokasi pembangunan sekolah mengatakan, untuk realisasi pembangunan, sekolah lama yang masih digunakan untuk melakukan kegiatan belajar mangajar akan dibongkar dan dipindahkan ke tempat lain agar  tidak menghambat proses belajar.

Deputi 1 UP4B Prof. Ikhwanudin Mawardi saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Yance Way, SE, MM, disertai Kepala Bappeda Maybrat Mathius Basna, M.Si di Kantor UP4B Gedung BPPT Lantai V Thamrin Jakarta Pusat. (Foto: Harris, UP4B).

 

Pemkab Maybrat, Papua Barat berencana membangun sebuah sekolah satu atap untuk SD, SMP dan SMK. Sekolah yang dirancang dengan model sekolah berasrama akan itu, akan berdiri di tanah seluas 10 hektar di Karetubun Distrik Ayamaru Utara Kabupaten Maybrat. Untuk mewujudkan pembangunannya, pihak Pemkab akan siapkan anggaran Rp 4 milyar melalui dana APBD 2015 untuk pembebasan tanah seluas 10 hektar. Keseluruhan pembangunan sarana dan prasarana diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 25 milyar yang akan dimintakan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan sharing dana dari Pemerintah Provinsi Papua Barat.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maybrat Yance Way, SE,MM didampingi kepala Bappeda Drs.Mathius Basna, M.Si dalam pertemuan dengan Deputi I Bidang Sinkronisasi, Fasilitasi dan Perencanaan UP4B di Kantor UP4B Jalan Thamrin Gedung BPPT Lantai V Jakarta Pusat menegaskan, pembangunan sekolah itu sebagai upaya membangun sumber daya manusia agar dapat meningkatkan harkat dan martabat.

Wakil Kepala UP4B E.Fonataba (kanan) didampingi sejumlah asisten UP4B ketika menerima kunjungan Kepala Balai Diklat Wilayah IX Jayapura Ir. Kesya Ratna Rapa, MT di kantor UP4B Jayapura Senin (17/2). (Foto: Harris, UP4B)

 

Kepala Balai Diklat Wilayah IX Jayapura Ir. Kesya Ratna Rapa, MT menyatakan, mengalirnya anggaran yang cukup besar ke Papua, harus diimbangi peningkatan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Peningkatan itu, bisa melalui berbagai pelatihan terkait dengan kompetensi setiap aparatur yang mengelola pembangunan infrastruktur baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota.

 

Pernyataan itu disampaikan Kepala Balai saat berkunjung ke Kantor UP4B Senin (17/2) di Jayapura. Kunjungan yang diterima Waka UP4B E. Fonataba adalah dalam rangka memperkenalkan pimpinan baru di lingkungan instansinya.

Monday, 17 February 2014 09:49

296 Prajurit TNI Jadi Guru di Papua

Written by

 

 

Jayapura (16/2) – Tak jauh beda dengan cerita yang ada dalam film Denias dengan judul “Senandung Di atas Awan”, pasti para pembaca sudah pernah menontonnya bukan?. Kisah dalam film ini menceritakan seorang Prajurit TNI yang berasal dari kesatuan baret merah Kopassus (Komando Pasukan Khusus) berpangkat Sersan Mayor. Serma Maleo, begitulah  aktor yang diperankan dalam film ini bertugas menjadi seorang Babinsa (Bintara Pembina Desa) di desa terpencil di sebuah desa pegunungan di Papua. Ternyata si Serma Maleo bukan bertugas menjaga keamanan saja. Dia terpanggil hatinya melakukan tugas sosialnya sebagai ‘guru dadakan’ yang harus dilakuannya karena guru yang asli pulang ke jawa.

 

Cerita ini merupakan kisah nyata yang memang terjadi di Papua. Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dikpora (Pendidikan Pemuda dan Olah Raga) Papua Marthen Kuisi Kemarin (Sabtu 15/2) memberikan sertifikat mengajar kepada 296 Prajurit TNI yang telah mengikuti pelatihan selama 3 pekan dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Cenderawasih di Lapangan Rindam (Resimen Induk Komando Daerah Militer) XVII/Cenderawasih.

Penandatanganan MoA ADIK antara Sekjen Kemdikbud dengan Bupati/Walikota se Papua dan Papua Barat (Foto: Doddy Chandra, UP4B)

 

Pada tanggal 20 Januari 2014 yang lalu bertempat di Aula Sekjen Kemdikbud di Jakarta, telah dilakukan sosialisasi program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK), Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (SM3T), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

 

Undangan dari Sekjen Kemdikbud Ainun Naim kepada Gubernur Papua dan Papua Barat serta seluruh Bupati/Walikota se Papua dan Papua Barat dengan agenda sosialisasi program pendidikan dalam rangka P4B termasuk program strategis ADIK, SM3T dan ADEM Tahun 2014.

Kepala UP4B Bambang Darmono ketika menyerahkan buku “Selayang Pandang Afirmasi Pendidikan Orang Asli Papua” kepada perwakilan jurnalis

 

JAYAPURA—Sesuai dengan namanya, Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B), berbagai aspek kehidupan masuk dalam bidang mereka, termasuk juga pendidikan.

 

Kepala UP4B Bambang Darmono mengklaim pihaknya telah berhasil mendorong berbagai program yang muaranya pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Orang Asli Papua. Salah satunya dengan pengadaan tenaga pengajar pendidik, khususnya bagi kawasan pegunungan.

Peserta Program Sarjana Mengajar dari SM3T Unimed dan Unnes bersama Tim UP4B. (Foto: Ventje Ropa, UP4B)

 

Tujuhpuluh tenaga Sarjana Mengajar Daerah Tertinggal Terpencil Terluar (SM3T), di Dekai Kabupaten Yahukimo Papua, sejak 26 September hingga kini belum dapat penempatan tugas mengajar. Mereka kini masih menunggu penempatan dan sementara masih ditampung di Gedung Kantor Pemda yang belum ditempati. Lulusan perguruan tinggi dari Medan dan Semarang itu, menurut rencana akan ditempatkan distrik dan kampung-kampung terpencil, tertinggal dan terluar.

  

Wakil Bupati Kabupaten Yahukimo, Robby Longkutoy, kepada Media Center UP4B, saat menerima kunjungan Tim Dalev UP4B di kediamannya di Dekai Kabupaten Yahukimo belum lama ini membenarkan adanya penundaan penempatan bagi sarjana program SM3T.

Thursday, 07 November 2013 11:43

Program Afirmasi Pendidikan Dievaluasi

Written by

Siswa yang Lolos Seleksi Tak Memenuhi Standar

 

JAKARTA, KOMPAS — Program Afirmasi Pendidikan Menengah atau ADEM yang ditujukan bagi siswa lulusan setingkat SMP di Papua dan Papua Barat akan dievaluasi. Program yang ditujukan untuk percepatan pembangunan di Indonesia timur ini dikeluhkan sekolah penerima.

 

”Keluhannya hampir sama, seleksi peserta oleh pemerintah daerah kurang ketat sehingga disparitas kemampuan siswa yang lolos seleksi pun sangat lebar,” kata Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Jazidie, Rabu (6/11), di Jakarta.

Page 1 of 4

Foto Random

20121311-RapatFinalisasiSurveySmall.jpg
20131125-PembangunanIrigasiSorong2.jpg
20140130-KarambaJaringApungDiKampungAdwipi.jpg
20130615-RekapADEMPapua.jpg

Newsletter Subscriber

Name:
Email:

Tahukah Anda

20121113-30PersenAPBNP2012.jpg

Asal

Flag Counter
2013.09.06

Kontak Kami

Kantor Pusat:

Jln. Prof. M. Yamin SH. III No. 1A, Angkasa, Jayapura. Papua. 99113.
Telp: (+62) 967 521 649
Fax: (+62) 967 521 619
Email: uppppb(di)gmail(titik)com

Kantor Kepala UP4B:

Jl. Kebun Sirih No 14, Gambir. Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 11010

Kantor UP4B:

Gedung BPPT, Lantai 5, Jl. M.H. Thamrin No 8, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 10340.
Telp/Fax: (+62) 021 3983 6243