twitter

You are here Home Prioritas P4B Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (70)

Mendorong dan memastikan program pendidikan usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar 9 tahun ditiap kampung, pendidikan menengah kejuruan/ umum di distrik, program sekolah unggulan di Jayapura, Manokwari, Merauke dan Sorong dapat diwujudkan serta menjadikan Uncen dan Unipa menjadi center of excelence di Papua.

Sunday, 22 September 2013 09:05

SD Inpres Poga Dapat Lima Guru SM3T

Written by

Penulis : Islami Adisubrata on September 22, 2013/ Editor : Victor Mambor

 

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait ketika memberi pengarahan saat mengantarkan para guru SM3T di SD Inpres Poga. (JUBI/ISLAMI)

 

Wamena, 21/9 (Jubi) – Setelah mendapatkan jatah 32 guru dari program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T), pemerintah Kabupaten Lanny Jaya langsung menyebar para guru tersebut di berbagai sekolah diseluruh distrik di Lanny Jaya.

 

Pada Sabtu (21/9) giliran SD Inpres Poga di Distrik Poga, Kabupaten Lanny Jaya ditempatkan sebanyak lima guru untuk mengajarkan anak-anak di sekolah tersebut mulai dari kelas 1 hingga 6.

Wednesday, 18 September 2013 23:38

Hanya Sedikit Siswa Port Numbay Yang Terima Beasiswa UP4B

Written by

Jayapura, siswa/ siswi Port Numbay yang menerima beasiswa UP4B disinyalir jumlahnya beberapa orang saja. Apabila jumlah siswa/ siswi Port Numbay yang menerima beasiswa dari UP4B hanya beberapa orang hal ini sangat disesalkan oleh Walikota Jayapura Drs. Benhur Tomi Mano, MM.

 

Tidak ada koordinasi sebelumnya dan saya menyesal jika dinas terkait sudah tahu tetapi tidak menginformasikan atau tidak menyampaikan kepada saya, inikan rugi jika tidak ada anak-anak Port Numbay yang diinvestasikan ke sana, ucap Walikota Jayapura kepada wartawan, selasa (17/9).

Tampak siswa yang belajar belajar membaca di atas papan tulis seadanya yang terbuat dari karton. (Foto: Harris, UP4B)

 

Ratusan anak di Kabupaten Nduga sejak Awal Februari 2013 tidak dapat bersekolah akibat “perang” antarsuku yang dipicu konflik kepentingan di daerah itu. Akibat perseteruan suku yang dipicu masalah Dapil (Daerah Pemilihan) di Kabupaten Nduga berdampak kepada pelayanan pemerintahan di kabupaten tersebut terutama di ibukota Kabupaten Nduga tidak berjalan akibat para aparat pegawai tidak berada di tempat.

 

Dua sektor pendidikan dan kesehatan, yang harusnya menjadi frontline services pemerintah daerah menjadi terbengkalai. Padahal dana pemerintah pusat bahkan pemerintah daerah telah digelontorkan dana milyaran setiap tahun anggaran melalui APBN maupun Otsus.

Suasana belajar mengajar sekolah dasar di Kabupaten Intan Jaya. Di daerah terpencil, jumlah tenaga guru masih sangat terbatas. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) berkoordinasi intensif dengan Dikti Kemendikbud kembali akan menerjunkan 964 tenaga muda terlatih terdidik untuk menjadi guru di daerah terisolir di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Guru pilihan tersebut tergabung dalam dalam Sarjana Mengajar Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM3T).

 

Menurut Kepala UP4B Bambang Darmono, program SM3T ke daerah sulit di Papua merupakan bentuk dari implementasi program yang cepat, konkret dan berkelanjutan dalam upaya percepatan dalam penuntasan tuna aksara untuk meningkatkan Angka Melek Huruf (AMH) dan akselerasi program percepatan pendidikan terkait dengan peningkatan Angka Lama sekolah (ALS).  

Wednesday, 31 July 2013 14:50

UP4B Tidak Mengurusi Beasiswa Pendidikan

Written by

Wakil Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) E. Fonataba menegaskan, bahwa UP4B tidak mengurusi beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang hendak melanjutkan studi S1, S2 dan S3. Informasi itu sangat tidak mendasar, pasalnya UP4B bukan lembaga eksekutor. Unit ini dibentuk sesuai amanah Perpres 65 Tahun 2011, untuk mendorong Percepatan Pembangunan di Tanah Papua dengan fungsi fasilitasi, koordinasi dan dukungan perencanaan dan menjembatani permasalahan daerah ke pusat untuk menjadi perhatian Kementerian/ Lembaga.

  

Penegasan E.Fonataba itu disampaikan ketika menerima beberapa orang perwakilan mahasiswa di Kantor UP4B Jayapura, Selasa 30/7. 

Kepala UP4B Bambang Darmono saat sampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Program SM3T untuk Papua, Senin 3/6 di Ruang Ballroom Hotel Clarion Makasar. (Foto: Doddy Chandra, UP4B)

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi usulan UP4B yang akan menempatkan 800 guru Program Sarjana Mengajar untuk daerah Terdepan, Tertinggal dan Terluar (SM3T) di Tanah Papua.  Mereka akan ditempatkan tersebar di wilayah yang masih terisolasi di Papua dan papua Barat. Program ini selain untuk mendukung  percepatan pembangunan pendidikan,  diharapkan dapat membantu kekurangan tenaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Papua.

 

Program SM3T dengan tema “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” ini ditujukan kepada para sarjana pendidikan yang belum bertugas sebagai guru (PNS/GTY) untuk ditugaskan selama 1 tahun. Program dengan tema “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” juga akan dikembangkan di Tanah Papua.

Tuesday, 04 June 2013 11:20

Testimoni Bupati Biak dan Afrizal Alumni SM3T

Written by

"Eedede.....Anuuu....Ji, kata yang sudah akrab bagi peserta SM3T asal Makasar"

 

Rapat koordinasi program Sajana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah Papua dan Papua Barat serta Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) berlangsung di Hotel  Carion Makasar  3-4 Juni 2013.

 

Program ini dipersiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjawab keterbatasan dan kekurangan guru di wilayah Indonesia sangat luas. Tahapan program SM3T; Sarjana pendidikan yang terseleksi dan siap mengabdikan diri di kawasan perbatasan dan tertinggal, disiapkan melalui prakondisi (akademik dan non akademik) untuk mengabdi, melaksanakan tugas SM3T selama 1 tahun ( tugas pendidikan, pembelajaran , dan pengabdian/ pemberdayaan masyarakat, dan terakhir kembali ketertutupan tinggi pengirim.

Ekspresi Siswa-siswi SD YPPGI Muyetedi (Foto: Harris, UP4B)

 

Antusiasme Siswa SD YPPGI Muyetadi untuk mengenyam pendidikan sangat tinggi. Mereka adalah generasi penerus cita – cita bangsa dari Bumi Cenderawasih. Mereka juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

 

Kondisi keterisolasian daerah masih menjadi kendala anak – anak Papua. Proses belajar mengajar sering terhambat karena terbatasnya jumlah guru. Itupun kadang mereka sering harus kembali ke rumah, karena sang guru tidak berada di tempat tugas. 

Waka UP4B E. Fonataba ketika membuka pertemuan Penjelasan Pelaksanaan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Amanat pasal 56 UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menyatakan bahwa setiap penduduk berhak memperoleh pendidikan yang bermutu dengan beban masyarakat serendah-rendahnya. Pendidikan yang bermutu, berarti harus dilaksanakan secara baik dan bertanggung jawab sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki derajat mutu yang sama dengan pendidikan di provinsi lain di Indonesia. 

 

Pernyataan Wakil Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) E. Fonataba itu disampaikan pada pembukaan Penjelasan Pelaksanaan Program Keberpihakan Pendidikan Menengah (ADEM) dan Program Keberpihakan Pendidikan Tinggi (ADIK) Kamis 16/5 di Jayapura.  Hadir dalam pertemuan itu, utusan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, (MPRTNI), Universitas Negeri Musamus Merauke, Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) Kepala Dinas Pendiidikan Provinsi Papua James Modouw, Kepala Dinas Pendidikan dari 29 Kabupaten/Kota se Provinsi Papua, pejabat Bappeda Provinsi dan Kota Jayapura, sejumlah tokoh masyarakat, sejumlah pelajar SMP dan SMA.

Ruang Kelas SD Inpres 7 Makbon Kabupaten Sorong. (Foto: Nasri, UP4B)

 

SD Inpres 7 Makbon Kabupaten Sorong ini berdiri sejak tahun 1983. Bangunan semi permanen ini terlihat sudah tua dan usang. Saat ini ketiga ruang kelas itu dalam keadaan rusak meski telah berkali-kali diperbaiki. Disetiap kelas terlihat plafon yang terbuka dan belum diperbaiki. Disamping itu terlihat meja belajar dan kursi yang tidak memadai. Menurut Sefnat Sani yang menjabat sebagai kepala sekolah, kerusakan ini sudah berlangsung lama dan berharap dapat segera diperbaiki demi kelancaran proses belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnnya. 

 

Biaya operasional sekolah, saat ini tidak ada masalah yang berarti karena penyaluran dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berjalan dengan lancar.Dengan jumlah murid sebanyak 230 siswa, sekolah ini mendapat alokasi dana BOS tahun 2012 sebesar Rp. 133.400.000. Jumlah guru di sekolah ini sebanyak 10 orang dan semuanya aktif mengajar. Kepala Sekolah dengan ditemani beberapa orang guru yang telah menunggu kedatangan tim pemangku Kabupaten Sorong,terlihat antusias dan menaruh harapan besar agar sekolah ini dapat memperoleh bantuan dan perhatian dari pemerintah.

Page 3 of 5

Foto Random

20130131-KepalaUP4BMenerimaDirjenDasar.jpg
20140521-OrangMabukTraBisaMembangun.jpg
20130522-LokasiBBM.jpg
20130308-BupatiLannyBukaRakorsus.jpg

Newsletter Subscriber

Name:
Email:

Tahukah Anda

20121113-30PersenAPBNP2012.jpg

Asal

Flag Counter
2013.09.06

Kontak Kami

Kantor Pusat:

Jln. Prof. M. Yamin SH. III No. 1A, Angkasa, Jayapura. Papua. 99113.
Telp: (+62) 967 521 649
Fax: (+62) 967 521 619
Email: uppppb(di)gmail(titik)com

Kantor Kepala UP4B:

Jl. Kebun Sirih No 14, Gambir. Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 11010

Kantor UP4B:

Gedung BPPT, Lantai 5, Jl. M.H. Thamrin No 8, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 10340.
Telp/Fax: (+62) 021 3983 6243