twitter

You are here Home Prioritas P4B Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (73)

Mendorong dan memastikan program pendidikan usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar 9 tahun ditiap kampung, pendidikan menengah kejuruan/ umum di distrik, program sekolah unggulan di Jayapura, Manokwari, Merauke dan Sorong dapat diwujudkan serta menjadikan Uncen dan Unipa menjadi center of excelence di Papua.

Realitas obyektif pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat paska Otonomi Khusus (Otsus) masih menunjukkan derajat keterisolasian baik fisik maupun nonfisik yang akut. Selama 12 tahun implementasi Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua dan pemekaran Papua Barat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2007 yang efektif berlaku sejak 18 April 2007, ternyata belum mampu membawa kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Papua.

 

Penilaian itu dikemukakan Deputi Bidang Koordinasi, Sinkronisasi Perencanaan dan Pendanaan UP4B Prof. Dr. Ir. M. Ikhwanuddin  Mawardi. MSc, dalam acara Temu Evaluasi Capaian Pendidikan Keaksaraan Tahun 2013 di Jakarta 10 s.d 12 Oktober lalu, dalam topik Pengurangan Tuna Aksara Di Papua Dan Papua Barat.

Otonomi Khusus (Otsus) telah memberikan peluang tetapi capaian hingga saat ini belum memberikan percepatan yang konkret menjawab dilematika IPM dan Pendidikan di Tanah Papua. Padahal UU Otsus telah memberikan kewenangan dan kekuasaan pada Papua untuk mengelola pemerintahan daerah dan membangun ketertinggalan serta mengurangi keterbelakangan. 

 

Deputi Bidang Koordinasi, Sinkronisasi Perencanaan dan Pendanaan UP4B Prof. Dr. Ir. M. Ikhwanuddin  Mawardi. MSc, mengemukakan hal itu pada acara Temu Evaluasi Capaian Pendidikan Keaksaraan Tahun 2013, di Jakarta 10 s.d 12 Oktober lalu dengan topik Pengurangan Tuna Aksara Di Papua Dan Papua Barat.

 

Sumber : diolah dari BPS 

 

Monday, 07 October 2013 12:40

Pemerintah Kabupaten Puncak Rekrut Guru Perintis

Written by

Sebagai wujud kepedulian terhadap ketertinggalan kondisi pendidikan di Kabupaten Puncak Provinsi Papua, Pokja Papua UGM dan Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fisipol UGM bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Puncak kembali membuka kesempatan kepada para sarjana kependidikan terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan keterampilannya dengan menjadi guru perintis di Kabupaten Puncak.

 

Tim seleksi Guru Perintis mengundang para sarjana PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar)  dan lulusan PG PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)  dari seluruh Indonesia untuk menjadi guru SD dan guru PAUD yang akan ditempatkan di Kabupaten Puncak Papua.

Sunday, 22 September 2013 09:05

SD Inpres Poga Dapat Lima Guru SM3T

Written by

Penulis : Islami Adisubrata on September 22, 2013/ Editor : Victor Mambor

 

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait ketika memberi pengarahan saat mengantarkan para guru SM3T di SD Inpres Poga. (JUBI/ISLAMI)

 

Wamena, 21/9 (Jubi) – Setelah mendapatkan jatah 32 guru dari program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T), pemerintah Kabupaten Lanny Jaya langsung menyebar para guru tersebut di berbagai sekolah diseluruh distrik di Lanny Jaya.

 

Pada Sabtu (21/9) giliran SD Inpres Poga di Distrik Poga, Kabupaten Lanny Jaya ditempatkan sebanyak lima guru untuk mengajarkan anak-anak di sekolah tersebut mulai dari kelas 1 hingga 6.

Wednesday, 18 September 2013 23:38

Hanya Sedikit Siswa Port Numbay Yang Terima Beasiswa UP4B

Written by

Jayapura, siswa/ siswi Port Numbay yang menerima beasiswa UP4B disinyalir jumlahnya beberapa orang saja. Apabila jumlah siswa/ siswi Port Numbay yang menerima beasiswa dari UP4B hanya beberapa orang hal ini sangat disesalkan oleh Walikota Jayapura Drs. Benhur Tomi Mano, MM.

 

Tidak ada koordinasi sebelumnya dan saya menyesal jika dinas terkait sudah tahu tetapi tidak menginformasikan atau tidak menyampaikan kepada saya, inikan rugi jika tidak ada anak-anak Port Numbay yang diinvestasikan ke sana, ucap Walikota Jayapura kepada wartawan, selasa (17/9).

Tampak siswa yang belajar belajar membaca di atas papan tulis seadanya yang terbuat dari karton. (Foto: Harris, UP4B)

 

Ratusan anak di Kabupaten Nduga sejak Awal Februari 2013 tidak dapat bersekolah akibat “perang” antarsuku yang dipicu konflik kepentingan di daerah itu. Akibat perseteruan suku yang dipicu masalah Dapil (Daerah Pemilihan) di Kabupaten Nduga berdampak kepada pelayanan pemerintahan di kabupaten tersebut terutama di ibukota Kabupaten Nduga tidak berjalan akibat para aparat pegawai tidak berada di tempat.

 

Dua sektor pendidikan dan kesehatan, yang harusnya menjadi frontline services pemerintah daerah menjadi terbengkalai. Padahal dana pemerintah pusat bahkan pemerintah daerah telah digelontorkan dana milyaran setiap tahun anggaran melalui APBN maupun Otsus.

Suasana belajar mengajar sekolah dasar di Kabupaten Intan Jaya. Di daerah terpencil, jumlah tenaga guru masih sangat terbatas. (Foto: Sudadi, UP4B)

 

Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) berkoordinasi intensif dengan Dikti Kemendikbud kembali akan menerjunkan 964 tenaga muda terlatih terdidik untuk menjadi guru di daerah terisolir di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Guru pilihan tersebut tergabung dalam dalam Sarjana Mengajar Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM3T).

 

Menurut Kepala UP4B Bambang Darmono, program SM3T ke daerah sulit di Papua merupakan bentuk dari implementasi program yang cepat, konkret dan berkelanjutan dalam upaya percepatan dalam penuntasan tuna aksara untuk meningkatkan Angka Melek Huruf (AMH) dan akselerasi program percepatan pendidikan terkait dengan peningkatan Angka Lama sekolah (ALS).  

Wednesday, 31 July 2013 14:50

UP4B Tidak Mengurusi Beasiswa Pendidikan

Written by

Wakil Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) E. Fonataba menegaskan, bahwa UP4B tidak mengurusi beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang hendak melanjutkan studi S1, S2 dan S3. Informasi itu sangat tidak mendasar, pasalnya UP4B bukan lembaga eksekutor. Unit ini dibentuk sesuai amanah Perpres 65 Tahun 2011, untuk mendorong Percepatan Pembangunan di Tanah Papua dengan fungsi fasilitasi, koordinasi dan dukungan perencanaan dan menjembatani permasalahan daerah ke pusat untuk menjadi perhatian Kementerian/ Lembaga.

  

Penegasan E.Fonataba itu disampaikan ketika menerima beberapa orang perwakilan mahasiswa di Kantor UP4B Jayapura, Selasa 30/7. 

Kepala UP4B Bambang Darmono saat sampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Program SM3T untuk Papua, Senin 3/6 di Ruang Ballroom Hotel Clarion Makasar. (Foto: Doddy Chandra, UP4B)

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengapresiasi usulan UP4B yang akan menempatkan 800 guru Program Sarjana Mengajar untuk daerah Terdepan, Tertinggal dan Terluar (SM3T) di Tanah Papua.  Mereka akan ditempatkan tersebar di wilayah yang masih terisolasi di Papua dan papua Barat. Program ini selain untuk mendukung  percepatan pembangunan pendidikan,  diharapkan dapat membantu kekurangan tenaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Papua.

 

Program SM3T dengan tema “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” ini ditujukan kepada para sarjana pendidikan yang belum bertugas sebagai guru (PNS/GTY) untuk ditugaskan selama 1 tahun. Program dengan tema “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” juga akan dikembangkan di Tanah Papua.

Tuesday, 04 June 2013 11:20

Testimoni Bupati Biak dan Afrizal Alumni SM3T

Written by

"Eedede.....Anuuu....Ji, kata yang sudah akrab bagi peserta SM3T asal Makasar"

 

Rapat koordinasi program Sajana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah Papua dan Papua Barat serta Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) berlangsung di Hotel  Carion Makasar  3-4 Juni 2013.

 

Program ini dipersiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjawab keterbatasan dan kekurangan guru di wilayah Indonesia sangat luas. Tahapan program SM3T; Sarjana pendidikan yang terseleksi dan siap mengabdikan diri di kawasan perbatasan dan tertinggal, disiapkan melalui prakondisi (akademik dan non akademik) untuk mengabdi, melaksanakan tugas SM3T selama 1 tahun ( tugas pendidikan, pembelajaran , dan pengabdian/ pemberdayaan masyarakat, dan terakhir kembali ketertutupan tinggi pengirim.

Page 3 of 6

Foto Random

20131127-AnakMudaPapuaTekuniTernakAyamDiSerui1.jpg
20130301-PatungYesusDiMansinam2.jpg
20130408-BalaiWilayahSungaiPapua.jpg
20140513-TemuBisnisPala3.jpg

Newsletter Subscriber

Name:
Email:

Tahukah Anda

20121113-MeraukeDigoel8Jam.jpg

Asal

Flag Counter
2013.09.06

Kontak Kami

Kantor Pusat:

Jln. Prof. M. Yamin SH. III No. 1A, Angkasa, Jayapura. Papua. 99113.
Telp: (+62) 967 521 649
Fax: (+62) 967 521 619
Email: uppppb(di)gmail(titik)com

Kantor Kepala UP4B:

Jl. Kebun Sirih No 14, Gambir. Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 11010

Kantor UP4B:

Gedung BPPT, Lantai 5, Jl. M.H. Thamrin No 8, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 10340.
Telp/Fax: (+62) 021 3983 6243