twitter

You are here Home Prioritas P4B Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (57)

Mendorong dan memastikan program pendidikan usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar 9 tahun ditiap kampung, pendidikan menengah kejuruan/ umum di distrik, program sekolah unggulan di Jayapura, Manokwari, Merauke dan Sorong dapat diwujudkan serta menjadikan Uncen dan Unipa menjadi center of excelence di Papua.

 

Bupati Lanny Jaya ketika sampaikan sambutan pada Rakorsus P4B di Wamena. (Foto: Harris, UP4B)

 

Wamena: Bupati Lanny Jaya Beffa Jigibalom S.Sos dalam paparan pada rapat koordinasi khusus P4B kluster Pegunungan Tengah di Wamena (8/3) mengatakan kebijakan pemerintah Kabupaten Lanny Jaya difokuskan kepada peningkatan bidang pendidikan dasar seperti PAUD dan Sekolah Dasar. Namun selama ini, kendala yang dihadapi adalah perumahan guru.

 

"Banyak guru yang bertugas, tetapi banyak yang tidak berada di tempat. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya perumahan dan sarana pendukung bagi guru. "Kami juga mohon UP4B agar memfasilitasi keberadaan guru kontrak," katanya.

Tuesday, 05 March 2013 15:43

Polisi Sahabat Anak Papua

Written by

Sekolah TK Kemala Bayangkari Angkasapura sejak beberapa hari ini mendapat kunjungan polisi. Polsi dari Polresta Jayapura ini, terlihat sedang melatih anak-anak TK melakukan kedisiplinan dalam gerakan senam lalu lintas. Ini sebuah model polisi dalam mendekatkan diri dengan anak-anak.

 

Program ini disebut “Polisi Sahabat Anak”. Sepintas, terlihat antara polisi dan anak-anak ini hanya diajak bermain, lakukan gerakan senam dan bernyanyi bersama. Sesungguhnya model polisi masuk TK ini telah memberikan materi dasar yaitu menanamkan kedisiplinan sejak usia dini. Cara ini akan memberi dampak yang luar biasa bagai pertumbuhan anak Papua. Selain lebih mendekatkan polisi dengan anak-anak, juga memberi rasa aman bagi mereka.

 

Nampak seorang Polwan Asli Papua sedang melatih gerakan baris-berbaris di sebuah TK yang berada di kawasan Kompleks Angkatan Udara di Angkasapura. Luar biasa, … anak-anak TK ini sudah bisa belajar baris berbaris! (Sudadi, Media Center UP4B)

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pengembangan pendidikan menengah, telah mengalokasikan anggaran 2013 untuk Sekolah Unggulan Berpola Asrama. Program ini akan disiapkan untuk 3 sekolah, masing-masing SMA Pesat, Momiworen, Manokwari; SMAN Ketuk Gresi, Jayapura dan SMA YPPK Merauke. Ketiga sekolah itu berada di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

 

Dalam sesi paparan program kementerian pada Rapat Kerja Pelaksanaan, Pengendalian Dan Evaluasi P4B Tahun 2013  di Sentani Kabupaten Jayapura, 19/2. Disampaikan, bahwa pendidikan berpola asrama bertujuan membantu siswa yang bertempat tinggal jauh dari lokasi sekolah. (Sudadi, Media Center UP4B)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tahun Anggaran 2013 ini mengalokasikan program keaaksaraan dasar untuk tuna aksara. Program itu akan dibagi di dua provinsi yaitu Provinsi Papua Barat sebanyak 3.000 orang dan Provinsi Papua sebanyak 14.000 orang. Target di 7 kabupaten, masing-masing di Raja Ampat, Tambraw, Jayawijaya, Lany Jaya, Puncak Jaya, Tolikara dan Paniai.

 

Paparan program kementerian itu disampaikan pada rapat kerja pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi P4B Tahun 2013  di Sentani Kabupaten Jayapura, 19/2. Raker selain dihadiri utusan 11 kementerian lain, juga terdapat 26 pejabat Bappeda se Provinsi Papua dan Papua Barat.

Pengembangan SDM (sumber daya manusia) khususnya bagi guru di Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi kerhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Untuk mendukung percepatan pendidikan, kemendikbud dalam Tahun Anggaran (TA) 2013 mengalokasikan sejumlah program Program Sertifikasi bagi guru di Provinsi Papua Barat sebanyak 869 orang dan di Provinsi Papua sebanyak 2.000 orang. Program sertifikasi guru, diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas, kesejahteraan dan ke depan para guru mampu memaksimalkan peran dan tugas sebagai pendidik.

 

Paparan program kementerian ini disampaikan pada rapat kerja pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi P4B Tahun 2013  di Sentani Kabupaten Jayapura, 19/2. Raker selain dihadiri utusan 11 kementerian lain, juga terdapat 26 pejabat Bappeda se Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kemendikbud dalam Tahun Anggaran 2013 mengalokasikan Penyediaan Guru Melalui Program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal) sebanyak 580 guru. Jumlah itu akan ditempatkan di sebelas kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat. Sebelas kabupaten itu adalah Raja Ampat, Teluk Wondama, Manokwari, Biak Numfor, Teluk Bintuni, Nabire, Waropen, Mimika, Yahukimo, Kaimana dan Sorong.

 

Program ini untuk menjamin semua sekolah di pelosok wilayah Papua dan Papua Barat  terlayani oleh tenaga pendidik yang cukup dan cakap. Tujuannya untuk mencari model pendidikan guru khususnya di daerah tertinggal.  Para guru itu akan berada di daerah terpencil selama 1 tahun. Program tersebut, diberi nama Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Tujuannya untuk mencari model pendidikan guru khususnya di daerah tertinggal. (Sudadi, Media Center UP4B)


Direktur Jenderal PAUDNI, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Prof. Suyanto (paling kanan) melakukan pertemuan dengan Kepala Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) Bambang Darmono (paling kiri) di Jakarta, Kamis (31/1).

Demi percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat, sejumlah anggaran Rp53, 98 miliar telah dialokasikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) tahun ini.  Penuntasan buta aksara dan perluasan akses PAUD akan menjadi fokus utama.

 

“Selama ini, pada pembangunan di bidang PAUDNI, Provinsi Papua dan Papua Barat selalu berada di level terbawah dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia,” kata Direktur Jenderal PAUDNI, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saat melakukan pertemuan dengan Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) di Jakarta, Kamis (31/1). 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjadikan tiga universitas negeri yang ada di Papua Provinsi Papua dan Papua Barat sebagai pusat unggulan. Untuk mewujudkan rencana itu, kementerian telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 milyar kepada Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana berupa Pembangunan RS Pendidikan. Universitas Negeri Musamus Merauke juga mendapatkan Rp 20 milyar untuk Pembangunan Ruang Belajar dan Perlengkapan Pembelajaran. Sedang Universitas Negeri Papua (Unipa) Meanokwari juga mendapatkan aliran dana sebesar Rp 30 milyar diperuntukan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pembelajaran.

 

Dalam paparan kementerian pada Rapat Kerja Pelaksanaan, Pengendalian dan Evaluasi P4B Tahun 2013 di Sentani, Kabupaten Jayapura juga diungkapkan akan dilakukan Pengembangan PTS dan Akademi Komunitas Kabupaten Raja Ampat dan Pengembangan PTS di 4 kabupaten, masing-masing di Kabupaten Kaimana, Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Manokwari.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meningkatkan dukungan anggaran dalam rangka Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.  Dukungan ini untuk merevitalisasi pelayanan pendidikan yang menjangkau seluruh kampung dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi masa depan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

 

Dalam presentasi kementerian pada Raker P4B di depan sejumlah pejabat Bappeda se Papua dan Papua Barat 19/2/2013 di Sentani  Kabupaten Jayapura, juga disampaikan Rekapitulasi Anggaran 2013 Untuk Percepatan Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan di Papua dan Papua Barat total yang dianggarkan sebesar Rp 1 Triliun lebih.

Lokakarya sehari Rencana Induk Program Percepatan Pelayanan Pendidikan Papua dan Papua Barat (RIP5) 2013-2019 dan Crash Program Pembangunan Pendidikan Untuk Papua yang dihadiri kepala dinas se provinsi Papua, berlangsung di Jayapura Papua. (Foto: Sudadi)

 

Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) sedang merancang secara spesifik penyelesaikan masalah khusus Papua melalui desain Crash Program Pembangunan Pendidikan (CP3) sebagai dokumen panduan rencana aksi bagi 20 Kabupaten terisolir di Provinsi Papua dan Papua Barat. Melalui program ini  diharapkan seluruh target yang telah ditetapkan akan berhasil dengan baik pada akhir periode kerja UP4B. 

 

Deputi I Bidang Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan dan Pendanaan Program UP4B Prof. Dr Ikhwanudin Mawardi kepada Media Center UP4B dalam sela-sela acara Lokakarya Rencana Induk Program Percepatan Pelayanan Pendidikan Papua dan Papua Barat (RIP5) 2013-2019 dan Crash Program Pembangunan Pendidikan Untuk Papua Jumat, 8/2/2013 di Jayapura mengemukakan, program CP3 dirumuskan untuk menangani percepatan pembangunan pendidikan di 20 kabupaten terisolir dan tertinggal dalam pelayanan pendidikan yang terdiri atas: 17 kabupaten di Provinsi Papua yang notabene berada di wilayah pegunungan tengah; ditambah 3 kabupaten di Provinsi Papua Barat yang berada di wilayah yang sulit diakses melalui berbagai moda transportasi, kecuali moda transportasi udara. 

Page 3 of 5

Foto Random

20130903-964GuruSM3TkeDaerahTerisolirPapua.jpg
20140226-JadwalPelaksanaanADIK2014.jpg
20130520-WawancaraDetik2.jpg
20140304-DaftarProdiPTN.jpg

Newsletter Subscriber

Name:
Email:

Tahukah Anda

20121113-MeraukeDigoel8Jam.jpg

Asal

Flag Counter
2013.09.06

Kontak Kami

Kantor Pusat:

Jln. Prof. M. Yamin SH. III No. 1A, Angkasa, Jayapura. Papua. 99113.
Telp: (+62) 967 521 649
Fax: (+62) 967 521 619
Email: uppppb(di)gmail(titik)com

Kantor Kepala UP4B:

Jl. Kebun Sirih No 14, Gambir. Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 11010

Kantor UP4B:

Gedung BPPT, Lantai 5, Jl. M.H. Thamrin No 8, Jakarta Pusat. DKI Jakarta. 10340.
Telp/Fax: (+62) 021 3983 6243